Manfaat Letusan Gunung Merapi Secara Ekonomi

Posted by dragon on Sunday, 9 October 2011

type='html'>
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Ekonomi dan Lingkungan Emil Salim mengatakan letusan Gunung Merapi harus bisa dimanfaatkan di masa mendatang demi kesejahteraan rakyat.
"Ke depannya, muntahan perut bumi karena letusan Gunung Merapi harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Ekonomi dan Lingkungan Emil Salim dalam acara jumpa pers "International Youth Forum on Climate Change" yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, Rabu. 
Emil menjelaskan, banyak material isi perut bumi yang keluar saat terjadinya letusan gunung. "Material itu bisa berbentuk pasir, silika, lava, kristal dan lain sebagainya yang dimuntahkan dari dalam perut bumi dalam jumlah besar," katanya.

Material itu, menurut Emil bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

"Contohnya kristal bisa dimanfaatkan untuk membuat perhiasan dan pajangan rumah tangga, silika bisa dimanfaatkan untuk membuat kaca dan material lainnya bisa dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi," katanya.

Karena itu, menurut Emil apabila kondisi sudah normal kembali pascaerupsi Gunung Merapi maka masyarakat setempat harus segera bangkit dan memanfaatkan apapun yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan roda perekonomian.

"Ini adalah kesempatan membangun bagi masyarakat setempat khususnya para generasi muda," katanya.

Dia mengakui, akan menjadi sulit bagi masyarakat untuk menanam padi di tanah berpasir dan memberikan makan ternak di rumput berdebu.

"Namun dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, semacam tekno biologi maka kita bisa membuat suatu sistem baru memecahkan persoalan tersebut," katanya.

Karena itu, dia kembali menegaskan kepada masyarakat dan generasi muda untuk segera bangkit jika kondisi telah kembali normal agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan baru dan program penggerak ekonomi pascaerupsi Gunung Merapi.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment